Gas Yang Mempengaruhi Kegiatan Sehari - Hari

Gas Yang Mempengaruhi Kegiatan Sehari - Hari - Hallo sahabat Passerad, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Gas Yang Mempengaruhi Kegiatan Sehari - Hari, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Alat Ukur, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Gas Yang Mempengaruhi Kegiatan Sehari - Hari
Link : Gas Yang Mempengaruhi Kegiatan Sehari - Hari

Baca juga


Gas Yang Mempengaruhi Kegiatan Sehari - Hari

Gas Yang Mempengaruhi Kegiatan Sehari - Hari - Gas yang termasuk mempengaeuhi kegiatan sehari - hari yaitu karbondioksida dan karbonmonoksida. Karbondioksida yaitu gas atmosfer yang terdiri atas satu atom karbon dan dua atom oksigen. Karbondioksida adalah senyawa kimia yang banyak ditemui dengan formula CO2.


Karbondioksida dihasilkan dari pembakaran bahan organik dengan oksigen pada jumlah yang cukup. Karbon dioksida juga dihasilkan oleh berbagai mikroorganisme, dan hasil pernapasan seluler. Tanaman memakai karbondioksida untuk fotosintesis, untuk membentuk karbohidrat dan oksigen.

Adanya karbondioksida di atmosfer bumi pada kepekatan rendah dan berperan sebagai gas rumah kaca. Karbondioksida merupakan komponen utama senyawa karbon. Karbonmonoksida atau CO yaitu suatu gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa. Gas karbonmonoksida bisa berbentuk cairan dengan suhu di bawah -1920 celcius.

Sebagian besar karbonmonoksida dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil dengan udara, berupa gas buangan. Kota yang padat lalu lintasnya akan banyak memperoleh gas karbonmonoksida sehingga kadar CO dalam udara relatif tinggi dibanding dengan daerah pedesaan.

Selain itu gas CO juga bisa terbentuk dari proses industri. Secara alamiah gas CO juga bisa terbentuk walaupun dengan jumlah yang relatif sedikit, seperti gas hasil aktifitas gunung berapi, proses biologi dan lain - lain.

Secara umum gas CO terbentuk melalui proses pembakaran bahan bakar fosil dengan udara yang reaksinya tidak stoikhiometris, ada suhu tinggi terjadi reaksi antara karbondioksida dengan karbon C yang memperoleh gas CO pada suhu tinggi, CO2 bisa terurai kembali menjadi CO dan juga Oksigen.

Dampak pencemaran udara
1.Karbon dioksida
Konsentrasi karbondioksida pada atmosfer telah meningkat dari 280 ppm pada abad ke 18 menjadi 379 ppm pada tahun 2005. Pada tahun 2009 kadarnya meningkat menjadi 700 ppm apabila cara hidup manusia terus berlangsung seperti sekarang.

Gas karbondioksida yang kebanyakan akan mengakibatkan udara panas di bumi terperangkap dan suhu bumi akan meningkat dan lingkungan akan menjadi panas. Penyusutan lapisan ozon juga mengakibatkan peristiwa pemanasan global. Dampaknya yaitu permukaan bumi akan menjadi panas, ekosistem terganggu, banjir akan sering terjadi, dan terjadi fenomena alam yang tidak normal pula.

2.Karbon monoksida
Gas karbonmonoksida di udara yang terjadi dari sumber yang mengalami pembakaran tidak sempurna adalah gas tidak berbau, tidak berasa juga tidak berwarna. Pada pernapasan karbonmonoksida juga terhirup sampai di dalam paru-paru terikat dengan Hb menjadi KarboksiHaemoglobin.

Dengan diikatnya haemoglobin oleh Karbonmonoksida, maka Hb tidak akan cukup lagi untuk mengikat O2 sehingga tidak bisa lebih bebas memberikan oxygenasi kepada jaringan.

Afinitas untuk mengikat Hb untuk CO yaitu 200 kali daripada Oksigen, sehingga bisa dibayangkan apabila udara pernapasan yang di hirup itu mengandung CO, akan sangat mengganggu pengangkutan O2 oleh Hb. Efek CO terhadap sistem susunan saraf pusat, yaitu apabila kadar CO yang terhirup 15 ppm selama 10 jam.

Menurut WHO di dalam tempat industri ditentukan batasan yang tidak boleh lebih dari 50 ppm selama 8 jam. Dalam kondisi normal hemoglobin berguna sebagai pembawa oksigen dalam bentuk oksihemoglobin dari paru-paru untuk diberikan kepada sel-sel tubuh yang membutuhkannya.

Selain itu, hemoglobin juga berguna mengambil gas CO2 hasil dari pembakaran di dalam tubuh dengan bentuk karbondioksihemoglobin untuk dibuang keluar lewat paru-paru.
Konsentrasi gas CO sampai 100 ppm masih aman jika waktu kontak hanya sebentar.

Apabila gas CO sebanyak 30 ppm dihisap oleh manusia selama 8 jam maka akan mengakibatkan rasa pusing dan juga mual. Konsentrasi CO 1000 ppm dengan waktu paparan selama 1 jam mengakibatkan pusing dan kulit  akan berubah menjadi kemerah - merahan.

Untuk paparan yang sama yaitu 1 jam dengan konsentrasi CO 1300 ppm, kulit akan berubah menjadi merah tua dan disertai rasa pusing yang hebat pula. Untuk kondisi yang lebih tinggi lagi, dampaknya  akan lebih fatal yaitu kematian.

Jadi pada tempat industri dan tempat - tempat lainnya harus menggunakan alat monitor gas agar bisa mendeteksi apabila terjadi kebocoran gas saat pekerjaan sedang berlangsung. Sebagai informasi bagi anda yang ingin membeli alat monitor gas di alat ukur Indonesia juga menjual alat tersebut.


Demikianlah Artikel Gas Yang Mempengaruhi Kegiatan Sehari - Hari

Sekianlah artikel Gas Yang Mempengaruhi Kegiatan Sehari - Hari kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Gas Yang Mempengaruhi Kegiatan Sehari - Hari dengan alamat link http://passerad.blogspot.com/2017/03/gas-yang-mempengaruhi-kegiatan-sehari.html

0 Response to "Gas Yang Mempengaruhi Kegiatan Sehari - Hari"

Posting Komentar